SHIAHINDONESIA.COM – Suatu hari, Imam Hasan dan Imam Husain berpapasan dengan orang tua renta, di mana mereka menyadari bahwa orang tua itu sedang wudhu, namun tidak benar. Keduanya, Imam Hasan dan Imam Husain ingin memberi tahu orang tua itu, tentag tata cara wudhu yang benar. Namun, jika mereka berdua langsung memberi tahu ke orang tua itu, maka ada kemungkinan orang tua itu marah.
Maka keduanya berniat melakukan sesuatu, di mana dengan melakukan hal tersebut, orang tua itu akan menyadari kesalahannya dalam berwudhu. Imam Hasan dan Imam Husain mulai berdiskusi di samping orang itu, dengan mengatakan wudhu manakah yang benar? Lalu, keduanya meminta orang tua itu untuk memerhatikan cara wudhunya, dengan mengatakan,
“Mungkinkah Anda memerhatikan cara wudhu kami, dan bisakah Anda nilai (manakah wudhu yang benar)?” Orang tua itu mengamini permintaan Imam Hasan dan Imam Husain. Mereka berdua pun melakukan wudhu dengan cara yang benar, lalu mereka bertanya kepada orang tua itu. Ia yang menyaksikan wudhu dua imam itu, akhirnya ia menyadari kesalahan wudhunya.
“Kalian berdua berwudhu dengan benar. Dari dulu sampai sekarang aku cara wudhuku salah. Berkat kebaikan kalian, (yang telah memberi contoh berwudhu padaku), sekarang aku belajar dari kalian bagaimana cara berwudhu yang benar, dan aku tidak akan lagi mengulangi kesalahan.”
Sumber: Biharul Anwar, jil. 43, hal. 319.
