Pecinta Ahlulbait Adalah Orang-orang Khusus

SHIAHINDONESIA.COM – Ahlulbait as adalah pelita petunjuk bagi umat manusia. Dalam setiap perkataan dan perbuatan mereka terdapat begitu banyak pelajaran dan hikmah bagi kehidupan.


Namun, untuk menjadi pengikut Ahlulbait as yang sebenar-benarnya bukanlah hal yang mudah.

Dalam sebuah hadis, Imam Ali as berkata:

قالَ أميرُالمُؤمِنين عليه السلام: إِنَّ أَمْـرَنا صَعْبٌ مُسْتَـصْعَبٌ،لاَ يَحْتَمِلُهُ إِلاَّ عَبْدٌ امْتَحَنَ اللّه ُ قَلْبَهُ لِلاْءِيمانِ،وَلاَ يَعْي حَدِيثَنا إِلاَّ صُدُورٌ أَمِينَةٌ، وَأَحْلاَمٌ رَزِينَةٌ. [غرر الحكم 1 : 235 و تصنيفه، ص 116.]

Amirul Mukminin as berkata
“Sesungguhnya mengikuti kami (Ahlulbait as) adalah hal yang sulit. Tidak ada orang-orang yang sanggup memikulnya, kecuali Allah Swt telah menguji keimanannya. Dan tidak dapat memahami kedalaman ucapan kami kecuali orang yang hatinya amanah, dan pemikirannya teguh.” (Ghurarul Hikam jil. 1, hal.235)

Hadis tersebut adalah kutipan dari Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib (as), yang menekankan bahwa mengikuti ajaran Ahlulbait (keluarga Rasulullah) adalah hal yang sulit. Beliau menyatakan bahwa hanya orang yang diuji keimanannya oleh Allah yang dapat memikul tugas tersebut. Selain itu, hanya orang yang memiliki hati yang jujur dan pemikiran yang teguh yang dapat memahami sepenuhnya kedalaman ajaran mereka. Ini menegaskan bahwa pengikut Ahlulbait harus memiliki keimanan yang kuat, keteguhan hati, dan kejujuran dalam pemikiran untuk benar-benar memahami dan mengikuti ajaran mereka.

Hadis tersebut dapat kita pahami dalam beberapa poin sebagai berikut:

  1. “Sesungguhnya mengikuti kami (Ahlulbait as) adalah hal yang sulit.”
    Ini menunjukkan bahwa mengikuti ajaran Ahlulbait tidaklah mudah. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk tantangan dari luar dan internal, serta komitmen yang diperlukan untuk mematuhi ajaran-ajaran tersebut.
  2. “Tidak ada orang-orang yang sanggup memikulnya, kecuali Allah Swt telah menguji keimanannya.”
    Pernyataan ini menekankan bahwa hanya orang yang diuji oleh Allah dengan keimanan yang kuat yang mampu mengikuti ajaran Ahlulbait. Artinya, pengikut Ahlulbait harus melewati ujian dan cobaan untuk membuktikan kesetiaan dan kepatuhan mereka.

3.”Dan tidak dapat memahami kedalaman ucapan kami kecuali orang yang hatinya amanah, dan pemikirannya teguh.”
Ini menyoroti bahwa pemahaman yang mendalam terhadap ajaran Ahlulbait memerlukan kejujuran hati dan keteguhan pemikiran. Hanya orang yang memiliki hati yang bersih dan pikiran yang teguh yang dapat benar-benar memahami pesan-pesan yang disampaikan oleh Ahlulbait.

Dalam konteks Mazhab Syiah, pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesetiaan dan kepatuhan terhadap ajaran Ahlulbait sebagai kunci untuk mencapai pemahaman yang mendalam tentang Islam serta mendapatkan ridha Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
Exit mobile version