SHIAHINDONESIA.COM – Detik-detik di akhir kehidupan Imam Hasan Al-Mujtaba, seluruh tubuhnya dirasuki oleh racun, wajahnya pun berubah menjadi hijau. Di saat yang genting dan mengkhawatirkan ini, Imam Husein berada di sampingnya sambil terisak dalam tangisan.
“Kenapa warna wajahmu berubah menjadi hijau? Dan kenapa engkau menangis?” Tanya Imam Husein.”Wahai saudaraku, detik ini juga aku teringat kata-kata kakekku, Rasulullah Saw,” Jawa Imam Hasan sambil memegangi lehernya sembari menangis. “Apa yang dikatakan Rasulullah, wahai abangku?” Tanya Imam Husein
“Di dalam perkataannya, Rasulullah berkata, ‘Ketika aku melakukan perjalanan mi’raj, dan ketika aku memasuki surga, aku menyaksikan tempat-tempat orang mukmin. Ada dua istina indah yang mengalihkan perhatianku, satunya berwana hijau dan keduanya berwarna merah. Lalu, aku bertanya kepada malaikat Jibril, ‘Dua istana yang indah ini dibuat untuk siapakah?’
Jibril menjawab, ‘Keduannya untuk Hasan dan Husein,’ kata Jibril. ‘Kenapa warnanya tidak sama?’ Untuk beberapa saat Jibril terdiam. ‘Kenapa engkau malah diam dan tidak menjawab pertanyaanku?’ ‘Aku malu untuk mengatakan ini kepadamu, Ya Rasulullah,’ kata Jibril.
Ia pun bersumpah kepada Allah untuk menjelaskan penyebab warna yang berbeda dari dua istana itu.’Istama warna merah disiapkan untuk Husain, karena ia akan terbunuh, di mana tubuh dan kepalanya dalam keadaan terpisah.
Adapun istana yang berwarna hijau, itu disiapkan untuk Hasan, karena ia syahid terbunuh oleh racun, dan ketika meninggal dunia, warna tubuhnya yang mulia akan menjadi hijau.'”
Seketika itu juga, Imam Hasan dan Imam Husein dan seluruh orang-orang yang hadir pada saat itu, menangis sejadi-jadinya.
Sumber: Madinatul Ma’ajiz, Jil. 3, hal. 331/ Mutakhib Thuraikhi, hal. 180.
