SHIAHINDONESIA.COM – Secara bahasa, Ramadan memiliki arti panas yang teramat sangat. Karena, di bulan ini dosa-dosa manusia akan diampuni, maka dinamakanlah bulan ini dengan sebutan Ramadan. (1)
Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh bulan ini dinamakan Ramadan, dikarenakan dosa-dosa dibakar di bulan ini.” (2)
Ramadan merupakan salah satu nama dari bulan Hijriah, dan hanya bulan hijriahlah yang namanya disebut di dalam Al-Quran. Dan salah satu dari empat bulan Hijriah, dilarang oleh Allah untuk berperang di dalamnya, kecuali untuk membela diri. Di bulan ini (Ramadan) kitab-kitab langit diturunkan, mulai dari al-Quran, Injil, Taurat, dan Zabur. (3)
Bulan Ramadan, di dalam beberapa riwayat disebut sebagai bulan Allah dan bulan tamunya umat Rasulullah Saw. Allah menjamu hamba-hamba-Nya di bulan ini dengan penuh kasih sayang. Rasulullah bersabda, “Bulan Rajab adalah bulan Allah, Syakban adalah bulanku dan Ramadan adalah bulan umatku.” (4)
“Sesiapa yang berpuasa di bulan-bulan ini, maka Allah berhak mengampuni dosa-dosanya, dan menjamin sisa dari usianya. Dan Allah akan memberikan perlindungan kepada mereka dari rasa haus dan bahayanya hari kiamat.” (5)
Ramadan merupakan bulan yang memiliki kemuliaan dan keutamaan tersendiri. Bulan ini merupakan bulan spiritual bagi mereka dan kaum mukmin, yang telah mempersiapkan diri pada bulan sebelumnya, yaitu Rajab dan Syakban di setiap tahunnya.
Dengan memasuki bulan Ramadan ruh manusia akan tersirami dari mata anugerah Allah, yaitu dengan memberikan makanan kepada orang-orang kurang mampu, menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar, membaca Al-Qur’an, berdoa, meminta ampunan dan bersedekah serta berpuasa.
Keutamaan Bulan Ramadan
Meski banyak keutamaan bulan Ramadan, tapi tidak ada salahnya jika kita menyebutkan salah satunya berdasarkan ayat Al-Qur’an dan riwayat di tempat yang terbatas ini. Ramadan adalah bulan yang terbaik. Hal itu dikarenakan turunnya Al-Qur’an pada bulan ini. Ramadan juga bukan yang paling baik di antara bulan-bulan Hijriah. Dikatakan di dalam Al-Quran, “Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an untuk memberi petunjuk kepada manusia.” (6)
Rasulullah Saw. bersabda, “Wahai manusia, telah datang bulan Ramadan yang penuh dengan keberkahan, rahmat dan ampunan, bulan di mana yang terbaik di sisi Allah dari bulan-bulan lainnya; hari-harinya adalah yang paling baik dari hari-hari lainnya; malam dan setiap detiknya adalah yang terbaik dari malam dan detik lainnya; sebuah bulan di mana kalian diundang untuk menjadi tamu Allah, di mana itu merupakan bentuk kasih sayang-Nya.
Napas kalian di bulan ini adalah tasbih, tidur kalian di bulan ini adalah ibadah, amal kebaikan di bulan ini akan diterima di sisi-Nya, serta doa-doa kalian di bulan ini akan diijabah. Bulan Ramadan adalah sebuah momen yang paling baik, di mana Allah memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih sayang.” (7)
Turunnya Kitab-kitab Langit di Bulan ini
Seluruh kitab-kitab dari agama langit telah diturunkan di bulan ini, seperti kitab Al-Qur’an, Injil, Taurat, Zabur dan Mushaf Ibrahim. Imam Ali berkata, “Seluruh isi Al-Qur’an turun pada bulan Ramadan di Baitul Makmur, kemudian selama dua puluh tahun turun kepada Nabi Muhammad Saw, dan Mushaf Ibrahim turun pada hari pertama Ramadan, Taurat pada hari keenam Ramadan, Injil pada hari ketiga belas Ramadan, dan kitab Zabur turun pada delapan belas dari bulan Ramadan. (8)
Perintah Puasa
Pada bulan Ramadan, Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berpuasa di bulan Ramadan, maka ketika tiba bulan Ramadan, seorang Muslim wajib berpuasa. Manusia, terlepas dari sisi materi dan fisik, ia memiliki sisi maknawi dan ruhani. Untuk mencapai kesempurnaan diri, maka keduanya harus memiliki rencana masing-masing.
Salah satu bentuk mencapai kesempurnaan spiritual, maka seseorang haruslah bertakwa dan menjauhi perbuatan dosa, jika seseorang menginginkan kesempurnaan jiwa dan spritualnya, maka ia harus membersihkan dirinya dari dosa-dosa. Ia harus bisa mengontrol hawa nafsunya dan mencegah dari penghalang dirinya, sehingga ia tak terjebak pada kenikmatan hawa nafsu yang bersifat materi.
Salah satu perbuatan yang berdampak positif untuk menyempurnakan jiwa dan ruh manusia adalah dengan berpuasa. Dikatakan di dalam Al-Qur’an, “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan puasa atas kalian, sebagaimana telah diwajibkan juga kepada para pendahulu kalian, agar kalian bertakwa.” (10)
Manfaat dan Keutamaan Puasa
1. Memperkuat ketakwaan dan keikhlasan. Imam Ja’far Shadiq berkata, “Allah berkata, ‘Puasa adalah dariku, dan akulah yang akan memberikan pahala dari berpuasa.'” (13)
2. Pencegah Azab di Dunia dan Akhirat. Imam Ali berkata, “Dengan berpuasa, akan membersihkan usus yang kotor, membuang lemak, dan menjauhkan manusia dari api neraka.” (14)
Nabi Muhammad Saw., bersabda, “Puasa adalah benteng di hadapan api (neraka).” (15)
3. Penenang Jiwa dan Raga. Nabi Muhammad bersabda, “Berpuasalah agar kamu sehat.”
Dia Saw. juga berkata, “Lambung adalah rumah dari segala penyakit. Dan berpuasa adalah obatnya yang paling manjur.” (16)
Imam Baqir berkata, “Berpuasa dan berhaji adalah penenang jiwa.” (17)
Imam Ali berkata, “Allah menjaga hamba-hamba-Nya yang mukmin dengan salat, zakat, puasa (wajib) mereka, dengan tujuan untuk ketenangan anggota badan mereka, fokus dan kerendahan hati mereka.” (18).
Pada masa kini, telah dibuktikan di dalam ilmu kedokteran dan kesehatan, bahwa puasa memiliki manfaat yang banyak, yaitu untuk ketenangan jiwa dan raga, juga untuk kesehatan badan, melawan lemak yang berlebih, mengatur tekanan gula dan darah dan sejenisnya. (19)
Bersambung…
Silakan baca lanjutan arikel ini di sini
