SHIAHINDONESIA.COM -Dalam kitab ‘Sifatu As-Syiah’, Syekh Shaduq mengutip sebuah hadis yang dianggap sahih dari Imam Musa Kadzim As, yang menegaskan sifat-sifat yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang Syiah.
Riwayat ini menjadi pedoman bagi pengikut Syiah untuk menegakkan ajaran dan kesetiaan terhadap Ahlul Bait, keturunan Nabi Muhammad Saw
Hadis tersebut diriwayatkan sebagai berikut:
حدثنا أبی رضی الله عنه ، قال حدثنا علی بن إبراهیم عن أبیه عن علی بن معبد عن الحسین بن خالد عن أبی الحسن الرضا ( ع ) قال شیعتنا المسلمون لامرنا الآخذون بقولنا المخالفون لأعدائنا فمن یکن کذلک فلیس منا
“Syiah-syiah (pengikut) kami adalah mereka yang tunduk di hadapan perintah kami, dan berjanji atas perkataan kami, dan bermusuhan dengan musuh-musuh kami. Maka, orang-orang yang tidak memenuhi kriteria ini, mereka bukanlah dari kami.”
Dari riwayat ini, beberapa sifat yang diungkapkan adalah:
- Tunduk pada Perintah Ahlul Bait: Pengikut Syiah diharapkan untuk mentaati perintah Ahlul Bait, yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW, sebagai otoritas spiritual dan moral dalam kehidupan mereka.
- Berjanji atas Perkataan Ahlul Bait: Kesetiaan dan kepercayaan terhadap ajaran Ahlul Bait tercermin dalam komitmen untuk mematuhi janji-janji yang dibuat atas nama mereka.
- Bermusuhan dengan Musuh-musuh Ahlul Bait: Pengikut Syiah diarahkan untuk bersikap tegas dan bermusuhan terhadap pihak-pihak yang menentang atau mengancam kepentingan Ahlul Bait dan ajaran mereka.
Sifat-sifat ini menggarisbawahi pentingnya kesetiaan, ketaatan, dan keberanian dalam mempertahankan keyakinan terhadap ajaran Ahlul Bait dalam tradisi Syiah. Bagi mereka, menjaga kesetiaan dan mengikuti ajaran Ahlul Bait adalah bagian integral dari identitas keagamaan dan spiritual mereka.
