SHIAHINDONESIA.COM – Saat beratnya penyakit melanda Rasulullah Saw dan saat kematian semakin dekat, Imam Ali As memegang kepala yang mulia dan meletakkannya di pangkuannya. Rasulullah Saw pingsan, dan Fatimah meratapi, menangis, dan berkata:
“Wajahnya putih seperti mendung yang meminta hujan, pelindung anak yatim dan penolong janda.”
Rasulullah Saw membuka mata dengan suara lemah, berkata, “Putriku, ingatlah perkataanku: ‘Muhammad hanyalah seorang Rasul; sungguh, telah ada rasul yang datang sebelumnya.’ Jika aku mati atau dibunuh, akan kembali keadaan kalian seperti semula.
“Siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran: 144).
Ibn Sina berkata, “Setiap kali kamu mendengar kabar tentang kejadian zaman, biarkan itu berada dalam tempatnya selama tidak ada yang mencegahnya dengan dalil yang kuat.”
Banyak ulama yang meriwayatkan kejadian-kejadian saat itu, saat Rasulullah wafat, Fatimah mengalami kesedihan yang mendalam. Rasulullah (saw) memberikan wasiat kepada Fatimah secara rahasia, yang membuatnya bahagia meskipun kesedihan yang mendalam atas kepergian beliau.
Setelah wafatnya Rasulullah Saw Fatimah menceritakan bahwa Jibril datang kepada Rasulullah dua kali dalam tahun terakhir hidupnya. Rasulullah memberikan wasiat bahwa Fatimah akan menjadi orang pertama dari keluarganya yang akan menyusulnya. Fatimah merasa bahagia karena akan segera berkumpul dengan Rasulullah di surga.
Fatimah juga menyampaikan bahwa Rasulullah memberikan wasiat tentang hak dan kebenaran, dan bahwa Allah akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berlaku zalim terhadap keluarganya. Rasulullah menyampaikan bahwa kebenaran akan berada di pihak Imam Ali dan keturunannya.
Imam Ali memberikan penghiburan kepada Fatimah dan mencatat bahwa Allah akan menuntut hak-hak yang telah dicuri dari mereka. Dia menyatakan bahwa Imam Ali dan keturunannya akan menjadi pembela kebenaran dan mengajak untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan yang akan datang.
Pesan-pesan ini memberikan pandangan mendalam tentang kondisi keluarga Rasulullah setelah kematiannya, dan betapa pentingnya memahami wasiat-wasiat beliau. Kesetiaan dan dukungan kepada keluarga Rasulullah menjadi fokus utama, dan harapan akan kehidupan yang adil dan bahagia di akhirat bersama mereka menjadi pegangan teguh bagi umat Islam.
*Artikel ini diolah dari artikel asli yang bisa dirujuk ke link berikut.
