Rasulullah Saw Bicara tentang Akhir dari Kehidupan Sayyidah Fathimah Az-Zahra As

SHIAHINDONESIA.COM – Salah satu dalil yang dijadikan kelompok Syiah untuk memperingati musibah yang menimpa puteri tercinta Rasulullah Saw., Sayyidah Fathimah Az-Zahra adalah sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Sadrudin (Ulama Ahlussunah) yang ia tuangkan di dalam karyanya yang berjudul Far’idul Samithin. Di dalam kitab tersebut, ia menulis demikian.

“Suatu hari Rasulullah Saw. duduk, lalu masuklah Hasan bin Ali As. Pandangannya jatuh pada kakeknya Saw., yang saat itu tengah menangis. Lalu ia mendekati Rasulullah Saw. Lagi-lagi Nabi Saw. menangis. Di saat yang sama Ali dan Fathimah masuk ke dalam rumah den mendekati Rasulullah Saw. Air matanya makin mengalir deras. Fathimah pun bertanya sebab mengapa Sang Ayah menangis, dan nabi pun menjawab demikian,

وَأِنِّی لَمَّا رَأَیْتُهَا ذَکَرْتُ مَا یُصْنَعُ بِهَا بَعْدِی کَأَنِّی بِهَا وَقَدْ دَخَلَ الذُّلُّ فی بَیْتِهَا وَانْتُهِکَتْ حُرْمَتُهَا وَغُصِبَتْ حَقُّهَا وَمُنِعَتْ‏ إِرْثُهَا وَکُسِرَ جَنْبُهَا [وَکُسِرَتْ جَنْبَتُهَا] وَأُسْقِطَتْ جَنِینُهَا وَهِیَ تُنَادِی یَا مُحَمَّدَاهْ فَلَا تُجَابْ وَتَسْتَغِیثُ فَلَا تُغَاثْ… فَتَکُونُ أَوَّلَ مَنْ یَلْحَقُنی مِنْ أَهْلِ بَیْتِی فَتَقَدَّمَ عَلَیَّ مَحْزُونَةً مَکْرُوبَةً مَغْمُومَةً مَغْصُوبَةً مَقْتُولَة.فَأَقُولُ عِنْدَ ذَلِکَ اللَّهُمَّ الْعَنْ مَنْ ظَلَمَهَا وَعَاقِبْ مَنْ غَصَبَهَا وَذَلِّلْ مَنْ أَذَلَّهَا وَخَلِّدْ فِی نَارِکَ مَنْ ضَرَبَ جَنْبَهَا حَتَّى أَلْقَتْ وَلَدَهَا فَتَقُولُ الْمَلَائِکَةُ عِنْدَ ذَلِکَ آمِین‏

“Ketika aku melihat Fathimah, aku teringat sebuah kejadian yang akan menimpanya setelahku. Seolah aku melihat sebuah kehinaan masuk ke dalam rumahnya, merusak kehormatannya, merampas hak-haknya, dan melarang (untuk menerima) warisan. Tulang rusuknya patah, dan janinnya keguguran, lalu ia (Fathimah) menyeru,

‘Ya Muhammad!’ Namun tak ada yang menyahutinya. Ia meminta pertolongan, namun tak ada seorang pun yang menyahutinya. Ia adalah orang yang pertama kali yang termasuk ke dalam keluargaku (Ahlulbait) di saat yang sama kesedihan dan keduakaan, yang dirampas, keterbunuhannya disuguhkan (padaku), haknya dirampas dan kemudian syahid.

Ketika itu aku berkata, ‘Ya Allah laknatlah orang yang telah menzaliminya, berikanlah hukuman kepada orang yang telah merampas haknya, hinakanlah orang yang telah menghinakannya, kekalkanlah orang yang memukul rusuknya di dalam neraka-Mu, hingga ia (Fathimah) bertemu dengan anaknya (yang gugur)’ dan malaikat pun mengaminkannya.” (Faraidul Musithin, Jil. 2, hal. 35)

Duka Fathimah adalah duka yang tak terlupakan sepanjang masa. Dunia tahu, bagaiman ia seharusnya mendapatkan haknya, namun justru malah dirampas oleh sekelompok orang yang tak bertanggung jawab. Semoga Allah membalas mereka atas perbuatan kejinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
Exit mobile version