SHIAHINDONESIA.COM – Di dalam sebuah hadis, Imam Ali bin Abi Thalib berkata,
قالَ أميرُالمُؤمِنينَ عليه السلام: شيعَتُنا هُمُ الْعارِفُونَ بِاللّه ِ، العامِلُونَ بِأَمْرِاللّه ِ، أهْلُ الْفَضائِلِ، النّاطِقُونَ بِالصَّوابِ، مَأكُولُهُمْ الْقُوتُ، وَ مَلْبَسُهُم الاِقْتِصادُ وَ مَشيُهُمُ التَّواضُع.
“Syi’ah (pengikut) kami adalah orang-orang yang mengenal Allah Swt, yang berbuat atas perintah-Nya; orang-orang yang memiliki keutamaan, berkata-kata yang benar, makanannya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, pakaian mereka sederhana, dan cara berjalan mereka dibarengi dengan kerendahhatian.” (Biharul Anwar, jil. 78, hal. 29.)
Hadis di atas mencirikan pandangan atau gambaran positif tentang kaum Syiah. Ini menekankan aspek-aspek spiritual, moral, dan praktis dari kehidupan mereka. Mari kita tinjau beberapa poin kunci dalam pernyataan ini:
- Mengenal Allah Swt: Mengindikasikan bahwa kaum Syiah dianggap memiliki pengetahuan dan kesadaran spiritual yang mendalam tentang Allah.
- Melaksanakan Perintah-Nya: Menunjukkan bahwa mereka diakui sebagai orang-orang yang taat dan patuh terhadap perintah Allah.
- Memiliki Keutamaan: Mungkin merujuk pada sifat-sifat positif, seperti keadilan, kejujuran, dan kasih sayang, yang menjadi bagian dari karakter mereka.
- Berkata-kata yang Benar: Menyoroti pentingnya kejujuran dan kebenaran dalam komunikasi mereka.
- Makanan Cukup dan Pakaian Sederhana: Ini menekankan kesederhanaan dalam gaya hidup mereka, menunjukkan ketidakcenderungan pada kehidupan mewah atau konsumtif.
- Cara Berjalan dengan Kerendahhatian: Menandakan sikap rendah hati dan rendah diri dalam berinteraksi dengan orang lain.
Pernyataan ini menciptakan gambaran positif tentang kaum Syiah, menekankan nilai-nilai spiritual, moral, dan kesederhanaan dalam kehidupan mereka. Harapannya adalah bahwa mereka hidup sesuai dengan ajaran agama mereka dan mengamalkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, hadis di atas menekankan kepada kita, yang mengaku sebagai pecinta atau pengikut Ahlulbait, bahwa syarat pecinta Ahlulbait Nabi atau yang jamak disebut Syiah tidaklah mudah. Ada banyak hal yang mesti kita lakukan agar kita layak disebut sebagai Syiah yang sejati.
