Benarkah Al-Quran Telah Diubah? Perspektif Syiah dan Sunni Membongkar Fakta!

SHIAHINDONESIA.COM – Dalam penelitian mendalam tentang Al-Quran, terdapat klaim yang beredar mengenai kemungkinan adanya perubahan dalam teks suci tersebut. Namun, perspektif dari mazhab Syiah dan Sunni menarik perhatian, karena keduanya bersatu dalam menyatakan bahwa Al-Quran tetap utuh dan tidak mengalami perubahan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Artikel ini akan menguraikan sebuah pertanyaan mengenai hal itu dan menyajikan jawaban menarik yang meruntuhkan klaim kontroversial ini.

Pertanyaan:

Saat ini, banyak kabar bahwa referensi-referensi Syiah telah menyebutkan adanya perubahan Al-Quran, meskipun saya yakin bahwa hal itu tidak benar. Namun, saya juga memperhatikan adanya beberapa pihak yang mencoba mengklaim dan mengukuhkan perubahan tersebut, bahkan mereka mengutip pendapat-pendapat ulama besar seperti Majlisi dan Kasyani. Bagaimana kita menanggapi hal ini?

Jawaban:

Memang benar bahwa telah tercantum riwayat-riwayat dalam referensi-referensi klasik Syiah dan Sunni yang menunjukkan adanya perubahan atau penyimpangan Al-Quran, akan tetapi perlu diketahui bahwa riwayat yang menunjukkan hal tersebut lebih banyak termaktub dalam referensi Sunni ketimbang Syiah.

Kendati demikian, para ulama, baik itu Syiah dan Sunni, terus memeriksa dan memperdebatkan riwayat-riwayat tersebut secara sanad dan dilalah, dan mereka tetap berpegang teguh pada pandangan bahwa tidak ada perubahan dalam Al-Quran Al-Karim.

Jika dikatakan bahwa sebagian ulama Syiah menulis kitab tentang adanya perubahan dalam Al-Quran, maka kami akan menjawabnya dengan mengatakab, “Sebagian ulama Al-Azhar, bahkan yang lainnya, juga telah menulis kitab perihal perubahan tersebut. Sebut saja kitab Al-Masohif karya Sajastani, dan kitab Al-Furqan karya Ibnu Khotib.

Tercantum juga dalam kitab Shohih Ahlu Sunnah riwayat-riwayat yang secara gamblang menyatakan perubahan dalam Al-Quran, dan sebagian para penulisnya menghukumi bahwa riwayat-riwayat ini shohih dan meyakini kebenarannya.

Terlepas dari itu, kami menyarankan untuk Ahlu Sunnah agar tidak membahas kembali masalah ini, apalagi melontarkan dugaan tidak berdalil pada Syiah, karena apa yang tercantum dalam sumber-sumber Ahlu Sunnah mengenai perubahan Al-Quran sangat banyak.

Sebenarnya bisa dikatakan bahwa masalah ini adalah masalah yang dibuat-buat oleh pihak ketiga yang mengatasnamakan diri mereka Ahlu Sunnah untuk menyerang Syiah.

Akan tetapi, beralaskan pengagungan Syiah pada Al-Quran, mereka tidak akan membalas perbuatan tersebut dengan hal yang sama, meskipun sangat mudah bagi Syiah untuk memaparkan semua riwayat yang tercantum dalam sumber-sumber Ahlu Sunnah yang membahas hal tersebut, kemudian memberinya judul “Ahlu Sunnah dan Penyimpangan Al-Quran.”

Namun, Syiah tidak ingin menulis buku atau tulisan semacam itu, dan memilih untuk menanggung fitnah atau dugaan tak berdalil dari pihak lain dengan alasan penghormatan mereka pada Al-Quran Al-Karim, karena sebenarnya pembahasan mengenai topik ini tidak berfaidah kecuali bagi musuh-musuh Islam yang ingin menjatuhkan nilai Al-Quran.

Berdasarkan ini semua, ulama-ulama Syiah bergegas untuk menulis puluhan kitab dengan tujuan menafikan isu perubahan Al-Quran dalam mazhab Syiah dan Sunni. Untuk mencapai tujuan itu, mereka mempelajari semua riwayat yang menunjukkan adanya perubahan Al-Quran, baik dari referensi Syiah atau Sunni, lalu mendiskusikannya sebelum menampiknya dengan argumentasi ilmiah.

Artikel ini adalah artikel terjemahan dari artikel yang tercantum di https://ar.al-shia.org/%d8%aa%d8%ad%d8%b1%d9%8a%d9%81-%d8%a7%d9%84%d9%82%d8%b1%d8%a2%d9%86/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
Exit mobile version