SHIAHINDONESIA.COM – Ya Allah… aku datang kepada-Mu dengan hati yang remuk. Aku mengetuk pintu-Mu dengan tangan yang gemetar, membawa beban yang sudah terlalu lama kupendam. Aku tak tahu harus bagaimana lagi, tak tahu harus melangkah ke mana. Aku tak tahu bagaimana menguraikan kesedihan ini, tak tahu bagaimana membebaskan diri dari belenggu penyesalan yang terus menghantuiku.
Aku merasa begitu berat, ya Allah… Aku lelah menjadi seseorang yang penuh kepura-puraan. Aku tersenyum di hadapan orang lain, berbicara seolah semuanya baik-baik saja, padahal di dalam dadaku ada sesuatu yang terus menjerit. Aku merasa seperti tenggelam, tapi tak ada yang melihatku. Aku berusaha meraih sesuatu untuk bertahan, tapi segalanya terasa kosong.
Aku ingin berbicara, ya Allah, tapi kepada siapa? Aku ingin menangis, tapi sering kali aku menahannya. Aku ingin seseorang mendengarkan, tapi aku takut mereka tidak mengerti. Maka kini aku datang kepada-Mu, ya Allah, dalam ketakutan dan kebingungan, dalam kesedihan yang tak mampu lagi kusembunyikan.
Ya Allah… hidup ini terasa begitu sulit. Aku merasa tak ada tempat untukku, seolah aku hanya berjalan tanpa arah. Aku mencoba melakukan yang terbaik, tapi setiap kali aku berusaha, aku jatuh lagi. Aku telah melakukan begitu banyak kesalahan, ya Allah… Aku telah mengecewakan orang-orang yang mencintaiku, aku telah mengkhianati diriku sendiri, aku bahkan merasa aku telah jauh dari-Mu.
Dulu aku begitu yakin bahwa aku bisa menghadapi segalanya. Aku percaya bahwa aku cukup kuat untuk berdiri, bahwa aku mampu menanggung semua luka ini sendiri. Tapi aku salah, ya Allah… Aku terlalu lemah. Aku menyadari bahwa tanpa-Mu, aku bukanlah apa-apa.
Kadang aku bertanya-tanya, apakah aku masih pantas berharap? Apakah Engkau masih mau mendengar keluhanku? Apakah Engkau masih bersedia menerima seseorang sepertiku—yang berkali-kali jatuh dalam dosa, yang berkali-kali berjanji untuk berubah tapi tetap mengulangi kesalahan yang sama?
Aku takut, ya Allah… aku takut Engkau tidak menginginkanku lagi. Aku takut aku telah terlalu jauh melangkah, hingga tak ada jalan untuk kembali. Aku takut bahwa pintu taubat sudah tertutup untukku. Aku takut bahwa aku akan terus hidup dalam penyesalan tanpa akhir.
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang kafir.”
(QS. Yusuf: 87)
Tapi Engkau Maha Pengampun, bukan? Engkau yang membuka pintu taubat selebar-lebarnya, bahkan untuk mereka yang paling berdosa. Engkau yang berjanji akan menerima siapa pun yang kembali kepada-Mu, tak peduli seberapa hitam catatan masa lalunya.
Maka di sinilah aku, ya Allah… Aku kembali kepada-Mu. Aku membawa segala kesalahan dan penyesalan ini, membawa hati yang penuh luka dan air mata yang tak mampu lagi kutahan. Aku mengakui semua kesalahanku, semua kejatuhanku, semua kelalaianku. Aku tak ingin berlari lagi, ya Allah. Aku lelah terus menghindari kenyataan. Aku ingin berubah. Aku ingin kembali kepada-Mu dengan sebenar-benarnya.
Aku tahu jalan ini tidak mudah. Aku tahu aku akan tergoda untuk jatuh lagi. Tapi kali ini, aku tak ingin menghadapi semuanya sendirian. Aku ingin Engkau menggenggam tanganku, ya Allah. Aku ingin Engkau membimbingku, menuntunku agar aku tak kembali tersesat.
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Aku menangis, ya Allah… Aku menangis bukan hanya karena kesedihan, tapi juga karena harapan. Aku menangis karena aku tahu bahwa Engkau masih ada untukku. Aku menangis karena aku tahu bahwa aku tidak sendirian.
Aku tidak meminta dunia yang sempurna, ya Allah… Aku hanya ingin ketenangan. Aku ingin bisa tidur tanpa dihantui rasa bersalah. Aku ingin bangun dengan hati yang lebih ringan. Aku ingin menjalani hari tanpa terus-menerus menyalahkan diriku sendiri.
Aku ingin Engkau menghapus air mata ini dan menggantinya dengan senyuman yang tulus. Aku ingin Engkau mengangkat beban ini dari dadaku dan menggantikannya dengan ketenangan. Aku ingin Engkau membersihkan hatiku dari segala dosa yang telah menumpuk selama ini.
Ya Allah… Aku menyerahkan segalanya kepada-Mu. Aku tidak tahu bagaimana cara memperbaiki semuanya, aku tidak tahu bagaimana cara menebus kesalahanku, tapi aku tahu bahwa Engkau Maha Mengampuni. Maka ampuni aku, ya Allah.
Peluk aku dalam kasih sayang-Mu, genggam tanganku agar aku tak jatuh lagi. Jangan biarkan aku terlepas dari rahmat-Mu, jangan biarkan aku kembali tersesat.
Ya Allah, aku ingin kembali… Terimalah aku, ya Allah. Jangan biarkan aku sendiri…
