SHIAHINDONESIA.COM – Persatuan umat Islam merupakan salah satu prinsip penting dalam agama Islam yang ditegaskan oleh Al-Qur’an. Allah SWT menyeru agar umat Islam bersatu dan menjauhi perpecahan, sebab persatuan adalah fondasi kekuatan dan kemajuan umat. Sebaliknya, perpecahan dan konflik internal akan melemahkan kekuatan umat dan membawa kehancuran.
Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran dan salah satu ulama besar abad ke-20, juga sering menekankan pentingnya persatuan umat Islam, terlepas dari perbedaan madzhab dan pandangan politik. Dalam pandangannya, hanya dengan persatuanlah umat Islam bisa menghadapi tantangan besar yang datang dari luar maupun dari dalam.
Persatuan Umat Islam dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an memberikan panduan yang jelas tentang pentingnya persatuan umat Islam. Beberapa ayat Al-Qur’an secara eksplisit menyeru umat Islam untuk bersatu di bawah panji keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi perselisihan yang dapat merusak hubungan antar sesama muslim.
- Perintah untuk Bersatu dan Larangan Bercerai Berai
Allah SWT berfirman:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…”
(QS. Ali Imran [3]: 103)
Ayat ini menekankan agar umat Islam selalu berpegang teguh pada “tali Allah,” yang oleh banyak ulama ditafsirkan sebagai Al-Qur’an dan ajaran Rasulullah SAW. Perpecahan dalam umat merupakan hal yang sangat dilarang, karena hanya dengan persatuanlah umat dapat menjaga kekuatan dan soliditasnya.
- Bahaya Perpecahan dalam Islam
Allah juga memperingatkan tentang dampak negatif dari perpecahan dan permusuhan di antara umat:
“…Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.”
(QS. Ali Imran [3]: 105)
Ayat ini mengingatkan bahwa setelah mendapatkan petunjuk dari Allah, umat Islam tidak boleh terjebak dalam perpecahan. Perselisihan yang tidak berdasar akan membawa kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat.
- Kekuatan dalam Persatuan
Dalam QS. Al-Anfal [8]: 46, Allah SWT berfirman:
“…Dan janganlah kamu berselisih yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu…”
Ayat ini menjelaskan bahwa perselisihan dan konflik internal akan menghilangkan kekuatan umat. Umat Islam yang kuat adalah umat yang bersatu. Oleh karena itu, persatuan adalah kunci untuk menjaga kekuatan kolektif umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pandangan Imam Khomeini tentang Persatuan Umat Islam
Imam Khomeini, seorang ulama revolusioner yang berhasil memimpin Revolusi Islam di Iran pada tahun 1979, adalah salah satu tokoh yang sangat menekankan pentingnya persatuan umat Islam. Bagi Imam Khomeini, persatuan bukan hanya sekadar retorika, tetapi merupakan strategi fundamental dalam menghadapi kolonialisme, imperialisme, dan kekuatan-kekuatan yang berusaha memecah belah umat Islam.
- Persatuan sebagai Fondasi Melawan Musuh-Musuh Islam
Dalam banyak pidatonya, Imam Khomeini sering menyerukan agar umat Islam, baik Sunni maupun Syiah, bersatu melawan musuh-musuh Islam. Menurut beliau, perpecahan antara Sunni dan Syiah hanya akan memperlemah kekuatan umat dan memberi kesempatan bagi musuh-musuh Islam untuk mendominasi dunia Islam. Imam Khomeini berkata:
“Kita harus menghindari segala bentuk perpecahan. Baik Sunni maupun Syiah adalah saudara, dan kita harus bersatu melawan kekuatan-kekuatan yang ingin menghancurkan Islam.”
(Pidato Imam Khomeini, 1981)
Beliau meyakini bahwa kolonialisme dan imperialisme Barat sengaja menciptakan dan memperbesar perpecahan antara kelompok-kelompok Islam untuk menguasai wilayah-wilayah Muslim dan merampas kekayaannya.
- Perbedaan Madzhab Bukan Alasan untuk Bercerai Berai
Imam Khomeini juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam madzhab-madzhab Islam adalah sesuatu yang alami dan tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Beliau berpendapat bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam hal-hal furu’ (cabang agama), hal ini tidak boleh dijadikan alasan untuk memutus hubungan atau menciptakan permusuhan antar sesama muslim.
“Perbedaan dalam madzhab bukan alasan untuk berpecah. Baik Sunni maupun Syiah mengimani Allah, Nabi Muhammad SAW, dan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ini adalah dasar yang lebih kuat daripada segala perbedaan.”
(Khotbah Imam Khomeini, 1982)
Menurut beliau, umat Islam harus lebih fokus pada persamaan pokok ajaran Islam daripada meributkan perbedaan yang bersifat sekunder.
- Persatuan sebagai Kekuatan untuk Membebaskan Palestina dan Dunia Islam
Imam Khomeini selalu menyebut bahwa isu Palestina adalah contoh nyata di mana persatuan umat Islam sangat diperlukan. Bagi Imam Khomeini, Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina saja, tetapi merupakan masalah seluruh umat Islam. Selama umat Islam terpecah, mereka tidak akan mampu melawan penindasan yang dilakukan oleh Zionisme terhadap rakyat Palestina.
“Jika umat Islam bersatu, mereka akan menjadi kekuatan yang tidak terkalahkan. Hanya dengan persatuanlah kita dapat membebaskan Palestina dan seluruh dunia Islam dari penjajahan.”
(Pidato Imam Khomeini, Hari Al-Quds Internasional, 1980)
Hari Al-Quds Internasional, yang diperingati setiap Jumat terakhir di bulan Ramadan, adalah salah satu upaya Imam Khomeini untuk membangun kesadaran umat Islam akan pentingnya persatuan dan solidaritas dalam menghadapi isu-isu umat yang lebih besar.
Persatuan umat Islam merupakan salah satu pesan utama dalam Al-Qur’an dan ditekankan oleh Rasulullah SAW. Al-Qur’an menyeru umat Islam untuk bersatu di bawah tali Allah dan menjauhi segala bentuk perpecahan yang dapat melemahkan mereka. Ayat-ayat Al-Qur’an menunjukkan bahwa persatuan adalah kunci kekuatan dan keberhasilan umat Islam, sementara perpecahan akan membawa kelemahan dan kekalahan.
Imam Khomeini, dengan pandangan revolusionernya, menegaskan kembali pentingnya persatuan umat Islam. Dalam pandangannya, perbedaan madzhab bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan bagian dari keragaman Islam yang harus dihormati. Persatuan, menurut beliau, adalah satu-satunya cara untuk melawan musuh-musuh Islam dan membebaskan dunia Islam dari penjajahan. Dengan bersatu, umat Islam dapat menjadi kekuatan yang tangguh, mampu menghadapi tantangan global dan mengembalikan kejayaan Islam di dunia.
Oleh karena itu, pesan dari Al-Qur’an dan Imam Khomeini sangat relevan untuk diresapi dan diimplementasikan oleh seluruh umat Islam, agar tercipta kesatuan yang kokoh dalam menghadapi tantangan zaman modern ini.
