SHIAHINDONESIA.COM – Tak terasa, saat ini kita telah menginjakkan kaki di penghujung bulan Ramadhan. Artinya, sebentar lagi Ramadhan akan meninggalkan kita, dan kita menyongsong datangnya Hari Raya Idul Fitri.
Untuk lebih memaknai Hari Raya Idul Fitri, marilah kita telaah perkataan Imam Ali as mengenai hari raya.
وَ قـالَ [ أَمِيرُالْمُـؤْمنِينَ عليه السلام] فى بَعْـضِ الاَْعْـيادِ: اِنَّما هُوَ عِيْدٌ لِمَنْ قَبِلَ اللّه ُ صِيامَهُ وَ شَكَرَقِيامَهُ، وَ كُلُّ يَوْمٍ لا يُعْصَى اللّه ُ فِيهِ فَهُوَ عِيْدٌ. [نهج البلاغه، كلمات قصار، 428]
Pada salah satu hari raya, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as pernah berkata, “Hari ini adalah hari raya bagi orang-orang yang puasanya diterima dan diberi pahala oleh Allah atas salat dan salat malamnya, dan setiap hari di mana maksiat kepada Allah tidak dilakukan, adalah hari raya.” [Nahjul Balaghah, kutipan ke-428]
Dari hadis di atas, kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting, di antaranya:
- Hari Raya bagi Mereka yang Puasanya Diterima
Imam Ali as menyatakan bahwa hari ini menjadi seperti hari raya bagi orang-orang yang berpuasa dengan ikhlas dan puasanya diterima oleh Allah. Ini menyoroti pentingnya puasa yang dilakukan dengan ketulusan dan kesungguhan hati, bukan hanya sebagai kewajiban formal. Betapa banyak orang yang berpuasa hanya menahan lapar dan haus, tapi tidak mendapatkan pahala puasa. - Diberi Pahala atas Salat dan Salat Malamnya
Imam Ali as menekankan bahwa penerimaan puasa oleh Allah tidak hanya tergantung pada menahan makan dan minum saja, tetapi juga melibatkan pelaksanaan salat dan salat malam (qiyamul lail). Ini menunjukkan bahwa amalan ibadah yang lebih luas, termasuk sh
salat sunnah dan salat malam, merupakan bagian penting dalam mendapatkan pahala yang maksimal atas ibadah puasa. - Setiap Hari di Mana Maksiat kepada Allah Tidak Dilakukan adalah Hari Raya
Imam Ali as menegaskan bahwa setiap hari di mana seseorang berhasil menjauhi dosa dan melakukan amal shaleh adalah hari raya. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan spiritual dan moral dalam kehidupan sehari-hari, serta menghindari perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama.
Dalam keseluruhan konteksnya, hadis ini menyoroti pentingnya ibadah yang menyeluruh, termasuk puasa, salat, dan menjauhi dosa dalam mencapai kesempurnaan spiritual. Imam Ali mengajarkan bahwa setiap hari yang diisi dengan amal shaleh dan menjauhi maksiat adalah sesuatu yang layak untuk diperingati dan dihormati, seperti hari raya. Ini mengajak umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka dan menjaga kebersihan moral serta spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan diterima oleh Allah SWT sehingga kita termasuk orang yang berhak merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan kemenangan yang sejati. Amiiin ya Rabbal Alamiiin
