Apakah Surga dan Neraka Sudah Ada?

SHIAHINDONESIA.COM – Di dalam perjalanan mendalam kita menuju pemahaman tentang Surga dan Neraka, seringkali kita menemui pertanyaan yang kompleks dan keraguan yang timbul.

Tidak jarang, orang-orang meragukan keberadaan dan sifat dari surga dan neraka. Dalam konteks ini, Imam Ridho As dihadapkan pada pertanyaan krusial dari seorang penanya yang menyangsikan penciptaan surga dan neraka.

Dalam jawabannya, Imam Ridho As memberikan penjelasan yang tegas dan tajam mengenai keberadaan serta sifat surga dan neraka, sesuai dengan keyakinan agama.

Pertanyaan:

Apakah surga dan neraka saat ini benar-benar sudah ada? Atau Allah akan menciptakan keduanya setelah hari kebangkitan tiba?

Jawaban:

Dari Abdul Salam bin Saleh Al-Harawi, ia berkata, “Aku bertanya kepada Ali bin Musa Al-Ridha, ‘Wahai putra Rasulullah, beritahu aku tentang surga dan neraka, apakah keduanya saat ini sudah ada?’

Ali bin Musa menjawab, ‘Ya.’

Dan bahwa Rasulullah Saw telah memasuki surga dan melihat neraka ketika dia diangkat ke langit.

Aku berkata kepadanya, “Ada orang yang mengatakan bahwa keduanya saat ini sudah ditentukan, bukanlah makhluk?”

Dia menjawab, “Mereka yang menolak keberadaan surga dan neraka tidak termasuk dalam kelompok kita, dan kita juga bukan bagian dari kelompok mereka. Mereka yang menyangkal penciptaan Surga dan Neraka telah mendustakan Nabi Saw dan mendustakan kita. Mereka tidak memiliki andil dalam kebenaran, dan mereka akan terus berada dalam neraka.

Allah Azza wa Jalla menyatakan dalam Al-Quran, ‘Inilah Jahannam yang dilarang masuk oleh orang-orang yang zalim, yang berkeliling di sekitarnya dan mendidihkan panas.’ [QS. Ar-Rahman: 43-44]

Nabi Saw juga menceritakan, “Ketika saya diangkat ke langit, Jibril membawa saya masuk ke Surga. Saya diberi buah kurma dan saya memakannya, yang kemudian berubah menjadi setetes air di dalam rahim saya.

Saat saya kembali ke bumi, saya turun ke Khadijah, dan tidak lama kemudian, Allah menganugrahi Fathimah As. Jadi, Fathimah adalah buah cinta surgawi, dan setiap kali Nabi merindukan aroma Surga, Nabi mencium aroma putrinya, Fathimah.'”

Info Tambahan:

Dalam “Yanabi’ al-Mawaddah” halaman 197, dari Aisyah, dia berkata, ‘Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, mengapa saya melihat Anda menjilat bibir Anda seperti Anda ingin menjilati sesuatu manis?’ Beliau menjawab, ‘Ketika aku diisra ke langit, Jibril membawaku masuk ke surga dan memberiku apel. Aku memakannya dan itu berubah menjadi benih di punggungku. Ketika turun dari surga, itu jatuh ke Khadijah, dan dari benih itu, Fathimah lahir. Setiap kali saya merindukan apel itu, saya mencium Fathimah, dan dari ciuman itu, aroma semua buah yang saya makan tercium.’

Sumber: Al-Ihtijaj, Abu Mansur Thabarsi, jil. 2, hal. 191.

*Artikel telah diterjemahkan dan diolah dari artikel asli yang bisa dilihat di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
Exit mobile version