SHIAHINDONESIA.COM – Dalam hidup, kadang seseorang tak tau arah yang sedang ia tuju, sekalipun ia telah mengaku beriman kepada Allah. Hal itu seolah melunturkan keimanan yang telah ia bangun selama ini.
Ternyata, Imam Ali telah memberi resep kepada kita, bagaimana menikmati hakikat keimanan, sehingga iman ia benar-benar merasakan nikmatnya beriman. Dengan kata lain, ia beriman tak cuma melalui rentetan spiritual, melainkan mampu merasakan hakikat dari rentetan ibadah-spiritual.
Dalam hal ini, imam Ali mengingatkan kita, bahwa ada tiga hal yang perlu kita ingat agar kita mampu merasakan hakikat dari keimanan kita, ketiga hal itu adalah, pertama kita harus paham dan mendalami ilmu agama, kedua kita harus sabar dalam setiap musibah, dan yang terakhir memperhitungkan setiap tindakan dalam kehidupan kita.
عَنْ عَلِىٍّ عليه السلام قالَ: لايـَذُوقُ الْمَرْءُ مِنْ حَقيقَةِ الاِْيْمـانِ حَتّى يَكُونَ فيه ثـَلاثُ خِصالٍ: اَلْفِقْهُ فِى الدّينِ وَ الصَّبْرُ عَلَى الْمَصائِبِ وَ حُسْنُ التَّقْدِيرِ فِى الْمَعاشَ. [ بحارالانوار، 71/85]
“Seseorang tak akan mencicipi hakikat keimanan sebelum ada tiga hal ini di dalam dirinya , pertama mendalami (paham) ilmu agama, kedua, sabar ketika dalam musibah dan ketiga memiliki perhitungan (menimbang-nimbang segala keputusan) dalam kehidupan.” (Biharul Anwar, jil. 71, hal. 85)
Itulah tiga hal yang akan membuat kita mampu menikmati hakikat beriman kita. Dengan begitu, kita mampu mengarahkan tujuan hidup ke arah yang sebenar-benarnya.
