SHIAHINDONESIA.COM – Akhir-akhir ini saya dan Anda mungkin menyadari bahwa pergerakan media sosial tengah ramai dan dipenuhi oleh apa yang sedang terjadi di Gaza, Palestina.

Setiap dari kita mulai membuka mata tentang Palestina. Mereka mulai mencari-cari sebenarnya apa yang menjadi titik awal lembaran sejarah merah ini terus tertulis dan tidak menemui titik akhir. Siapa dalang di balik pembunuhan masal masyarakat Palestina yang tidak menemukan angka akhir. Saking heran saya, saya menduga angka korban Palestina lebih banyak ketimbang tetesan hujan yang turun di tanah kelahiran Nabi Yaqub A.S tersebut.

Saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana seorang anak kecil Palestina yang dipaksa bangun oleh suara ledakan, bukan tepukan seorang ibu. Anak- anak Palestina rasanya lebih sering mendengar lantunan azan kematian ketimbang tawa kebahagiaan di pagi hari. Mereka lebih sering melihat tumpukan jasad tidak bernyawa dan berkafan ketimbang tumpukan roti atau segelas susu di meja makan. Mereka lebih sering berlarian menghindar peluru yang mengincar mereka ketimbang duduk dan bermain bersama.

Di waktu yang sama, saya menyadari bahwa perang antara Palestina dan Israel tidak hanya berbicara tentang luka, namun juga berbicara tentang media.

Saat ini, hampir semua media sosial, terutama Instagram dan X ( Twitter ) mengangkat isu Palestina ke ranah publik dan menyajikannya pada masyarakat dengan berbagai macam bentuk dan variasi. Beberapa dari mereka menampilkan bagian luar yang penuh kepedihan, beberapa dari mereka menampilkan bagian luar yang penuh kekejaman, dan beberapa dari mereka menampilkan bagian luar penuh kebohongan.

Isu Palestina memang selalu menjadi salah satu santapan yang menarik, karena isu ini tidak hanya melibatkan agama, namun juga kemanusiaan dan politik.

Tagar-tagar keadilan dan perjuangan diserukan oleh hampir seluruh masyarakat dunia. Sebut saja apa yang saya kutip dari laman aljazeera.com:

Thousands of pro-Palestinian protesters gathered in the US capital on Saturday, marching past the White House to chants of “Free Palestine” as the death toll continued to climb in the conflict between Israel and Hamas.

Across the country, Americans have held pro-Palestinian protests with crowds gathering in Los Angeles, New York and Dearborn, Michigan – home to one of the largest populations of Arabs and Arab diaspora in the United States.

In the United Kingdom, rallies took place in Manchester in northern England, Edinburgh and Glasgow in Scotland, and London, amid police warnings that anyone showing support for the armed group Hamas could face arrest. Protesters marching through the heart of the British capital were shadowed by a heavy police presence of more than 1,000 officers.

Demonstrations in support of Palestine also took place in Switzerland’s capital Geneva, in Turin – northwestern Italy, and in the Irish capital, Dublin.

Sumber: https://www.aljazeera.com/gallery/2023/10/15/palestinian-support-demonstrations-around-the-world

Di Indonesia, masyarakat muslim – baik itu Sunni ataupun Syiah – sama-sama berjuang dan bersatu untuk menyuarakan keadilan dan hak-hak yang seharusnya dimiliki oleh Palestina. Saya melihat fenomena ini sebagai langkah yang positif di mana saya yakin bahwa masyarakat muslim di Indonesia seyogyanya tidak lagi melihat sisi perbedaan di antara mereka, namun sisi persamaan.

Ket. Foto: Masyarakat Indonesia menyuarakan suara Palestina, Jumat, 20 Okt 2023.

Bukankah ini yang ditekankan oleh Amirul Mukmiminin Ali bin Abi Tholib A.S ketika ia berkata, “Mereka yang tidak saudara dalam keimanan, adalah saudara dalam kemanusiaan.”

Lantas, apakah ada alasan lain untuk tidak bersuara pada apa yang terjadi di Palestina? Apakah kita mau terus-terusan menutup mata dan hanya berbicara ketika hak kita yang diambil paksa? Atau kita mau terus-terusan memainkan drama di mana dunia seolah menganaktirikan Palestina dan fokus pada apa yang terjadi di Ukraina atau negara lainnya, sedangkan kita tahu bahwa mereka semua memiliki garis besar kepedihan yang sama, yaitu KEMANUSIAAN.

Kita tidak perlu membanding-bandingkan apa yang terjadi di Palestina dengan apa yang terjadi di Ukraina atau negara lainnya, karena sepatutnya kita menyadari bahwa kehilangan satu nyawa adalah kerugian yang besar untuk dunia.

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Artinya: “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (memerangi agama Allah), atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (Al-Maidah, ayat 32)

Perihal ayat ini, sepertinya saya akan membahasnya secara detail di lain waktu, karena bagi saya, ayat ini sungguh menarik untuk dibahas dan dipelajari.

Kembali ke topik, saya rasa selalu ada aspek yang perlu kita angkat yang berkaitan dengan Palestina. Namun, untuk saat ini, kita perlu menyadari bahwa masalah yang terjadi di Palestina patut dijadikan masalah dunia, bukan masalah satu atau dua negara.

Ket. Foto: Masyarakat Indonesia menyuarakan suara Palestina, Jumat, 20 Okt 2023.

Karenanya, mari kita serukan kebenaran dan kekuatan untuk terus bersanding dan berdiri bersama Palestina.

Iya, saya tau betul bahwa permasalahan ini tidak bisa diselesaikan dalam kurun waktu satu atau dua hari. Namun, bukankah batu besar sekalipun akan hancur bila terus-menerus terkena tetesan air?

Saya selalu percaya bahwa kebenaran akan tetap berdiri tegak meski berbagai pihak yang lalai ingin menghancurkannya, namun, bukankah mutiara akan tetap menjadi mutiara meskipun ia dilemparkan ke lembah kotor?

Meskipun kita tidak bisa hadir membantu saudara kita di Palestina secara fisik, namun ada banyak upaya yang bisa kita lakukan agar dunia membuka mata pada konflik ini, termasuk menyuarakan kebenaran di media sosial dan terus menyadarkan publik betapa pentingnya isu ini.

Ket. Foto: Masyarakat Indonesia menyuarakan suara Palestine, Jumat, 20 Okt 2023.

Mari kita membuka mata, hati dan pikiran kita untuk terus bersuara pada apa yang terjadi di Palestina.

Salah satu tokoh Islam terkenal, Imam Khomeini dari Republik Islam Iran, pernah menyatakan, “Palestina adalah jantung dunia Islam. Kami tidak akan pernah berdiam diri melihat negeri Islam ini direbut dan dikuasai oleh orang asing.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
Exit mobile version